Berdasarkan surat edaran setjen DPR RI No KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 menunjukkan struktur gaji anggota DPR yang terdiri atas gaji pokok dan tunjangan serta penerimaan lain-lain. Besaran gaji pokok dan tunjangan tersebut sama untuk semua anggota Dewan. Hanya saja, mereka yang memiliki jabatan sebagai pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) bisa membawa pulang gaji Rp 2-3 juta lebih banyak.
Berikut ini adalah rincian gaji pokok dan tunjangan anggota Dewan:
1. Gaji pokok Rp 4,2 juta
2. Tunjangan istri Rp 420 ribu
3. Tunjangan anak (2 anak) Rp 168 ribu
4. Uang sidang/paket Rp 2 juta
5. Tunjangan jabatan Rp 9,7 juta
6. Tunjangan beras (4 jiwa) Rp 198 ribu
7. Tunjangan PPH Pasal 21 Rp 1,729 juta
Adapun jumlah gaji pokok dan tunjangan anggota Dewan sebenarnya mencapai Rp 18,415 juta. Namun, setelah dipotong pajak dan iuran wajib DPR sebesar 10 persen, anggota hanya berhak atas Rp 16,207 juta.
Sementara itu, komponen penerimaan lain-lain anggota Dewan beragam sesuai dengan ada atau tidaknya jabatan seorang anggota pada alat kelengkapan Dewan. Untuk anggota biasa tanpa jabatan pimpinan alat kelengkapan Dewan rinciannya sebagai berikut:
1. Tunjangan kehormatan Rp 3,720 juta
2. Tunjangan komunikasi intensif Rp 14,140 juta
3. Tunjangan peningkatan fungsi dan pengawasan anggaran Rp 3,5 juta
4. Biaya penelitian dan pemantauan peningkatan fungsionalitas dan konstitusional Dewan Rp - (khusus ketua dan wakil ketua alat kelengkapan Dewan berhak atas Rp 500.000-Rp 600.000)
5. Dukungan biaya bagi anggota komisi yang merangkap menjadi anggota badan/panitia anggaran Rp 1 juta
6. Bantuan langganan listrik dan telepon Rp 5,5 juta
7. Biaya penyerapan aspirasi masyarakat dalam rangka peningkatan kinerja komunikasi intensif Rp 8,5 juta.
Dengan rincian demikian, anggota Dewan biasa bisa membawa pulang gaji Rp 51.567.200 setiap bulan. Anggota merangkap wakil ketua alat kelengkapan Dewan mampu memboyong Rp 53.647.200, sementara yang merangkap ketua alat kelengkapan Dewan bisa membawa pulang Rp 54.907.200.
Ahhh mau kalo seperti itu...........
10 KESALAHPAHAMAN TENTANG PEMANASAN GLOBAL
Apa yang Anda pikirkan mengenai perubahan iklim yang menyebabkan terjadinya pemanasan global mungkin tidaklah sepenuhnya benar. Inilah koreksinya …. Let Us S
tudy
1. Manusia tidak sepenuhnya menjadi penyebab perubahan pemanasan pada bumi.
1. Manusia tidak sepenuhnya menjadi penyebab perubahan pemanasan pada bumi.
Faktanya, terdapat konsensus ilmiah yang kuat bahwa aklivitas manusia menyebabkan perubahan iklim bumi. Para ilmuwan sepakat bahwa bumi bertambah hangat, yang cenderung disebabkan oleh manusia, dan jika kita terus memompa gas rumah kaca ke atmosfir, kondisi ini akan menjadi semakin berbahaya.
2. Banyak hal yang dapat menyebabkan perubahan iklim, jadi tidak ada alasan kita harus khawatir melepaskan CO2
Perubahan iklim sangatlah berpengaruh sensitif pada banyak hal selain karbondioksida, bintik matahari (sun spot}, dan uap air Kenyataan bahwa sistem perubahan iklim telah menunjukkan kesensitifan pada banyak hal dan perubahan alam sepanjang sejarah harus dinilai dengan angka merah : perubahan alami tak terprediksi yang kita sebabkan.
3. Perubahan iklim berubah setiap waktu secara alamiah.
Jadi begitu banyaknya perubahan yang kita lihat saat ini hanyalah bagian dari siklus alam.
Iklim memang berubah secara alami. Berdasarkan studi tiga rantai : danau sedimen, inti es, dan gambaran alam lainnya yang membuktikan rekaman dari iklim sebelumnya, para ilmuwan kini mengetahui perubahan iklim termasuk perubahan mendadak dan cepat yang pernah terjadi sepanjang sejarah. Lubang inti yang diambil dari es terdalam di Antartika menunjukkan bahwa tingkat karbondioksida sekarang lebih tinggi daripada yang pernah dimiliki 650 ribu tahun yang lalu. Ini menandakan kita sudah berada di luar jangkauan variasi perubahan iklim alam yang natural. Lebih banyak. C02 dalam atmosfer menandakan temperatur yang semakin panas.
4. Lubang pada lapisan ozonlah yang menyebabkan pemanasan global.
Memang, ada hubungan antara perubahan iklim dan lubang ozon, tetapi bukan itu penyebab utamanya. Lubang lapisan ozon – bagian dari atmosfir yang mengandung konsentrasi gas ozon dan dan melindungi bumi dan radiasi matahari – disebabkan oleh CFC. 0zon menyerap radiasi ekstra sinar ultraviolet yang mencapai permukaan bumi, tanpa memengaruhi temperatur bumi. Pemanasan global dapat memperlambat perbaikan alami dari lubang ozon. Pemanasan global menekan atmosfer terbawah dengan mengurangi lapisan stratosfer, yang dapat memperburuk kehilangan ozon stratosfer.
Memang, ada hubungan antara perubahan iklim dan lubang ozon, tetapi bukan itu penyebab utamanya. Lubang lapisan ozon – bagian dari atmosfir yang mengandung konsentrasi gas ozon dan dan melindungi bumi dan radiasi matahari – disebabkan oleh CFC. 0zon menyerap radiasi ekstra sinar ultraviolet yang mencapai permukaan bumi, tanpa memengaruhi temperatur bumi. Pemanasan global dapat memperlambat perbaikan alami dari lubang ozon. Pemanasan global menekan atmosfer terbawah dengan mengurangi lapisan stratosfer, yang dapat memperburuk kehilangan ozon stratosfer.
5. Sudah terlambat bagi kita untuk mengatasi perubahan iklim
Ini adalah persepsi paling salah dari semuanya.
Ini adalah persepsi paling salah dari semuanya.
Ada banyak hal yang dapat kita lakukan – tetapi kita harus menilainya dari sekarang. Salah satunya adalah dengan mengurangi penggunaan bahan bakar (minyak bum, batubara), menggunakan peralatam elektronik yang ramah lingkungan dan hemat energi.
6. Lapisan es Antartika terus bertumbuh,
jadi tidaklah benar bahwa pemanasan global menyebabkan glasier dan lautan es mencair.Beberapa es Antartika mungkin bertumbuh, meskipun area lain di benua tersebut sudah mencair. Namun studi terbaru menunjukkan bahwa seluruh es di Antartika menyusut. Meski jika beberapa es menjadi bertambah besar (bukan menyusut), ini tidak mengubah fakta bahwa pemanasan global menyebabkan glasier dan lautan es di seluruh dunia mencair. Secara global, lebih dari 8S% glasier menyusut Data terkini dan salelit NASA menunjukkan bahwa balutan es Greenland menyusut setiap tahun karena tingkat air laut yang meningkat. Kehilangan es tersebut berlipat dan dari 1996 hingga 2005, Greenland kehilangan 50 kilometer persegi hanya dalam waktu kurang dan satu dekade.
7. Pemanasan global adalah hal yang baik karena ia akan melewati musim dingin dan membuat tanaman tumbuh lebih cepat.
Mitos ini tampaknya tak pernah mati, tetapi efek lokal akan berubah secara bervariasi Memang beberapa tempat tertentu mungkin mengalami musim dingin yang menyenangkan. Tetapi akibat negatif dari perubahan iklim sangat memberatkan manfaat lokal, misalnya, laut. Perubahan iklim di laut yang disebabkan oleh pemanasan global menyebabkan hancurnya terumbu karang yang merupakan sumber makanan krusial untuk setiap makhluk laut. Pencairan lapisan es menyebabkan permukaan laut meningkat, dan jika lapisan besar es mencair hingga ke samudera, banyak kota di tepi laul di seluruh dunia akan mengalami banjir Prediksi akibat lainnya termasuk musim kering yang panjang, banjir yang lebih besar, badai yang lebih sering, erosi tanah, punahnya banyak spesies, dan risiko kesehatan manusia, akibat munculnya penyakit-penyakil baru.
8. Efek penagkapan panas kota lebih baik daripada apapun yang harus dilakukan dengan gas rumah kaca.
Sebagian orang beranggapan bahwa pemanasan global hanyalah efek “urban heat island” Artinya bahwa kota-kota cenderung memerangkap panas karena faktor bangunan gedung dan aspal. Padahal ini tidak benar. Ukuran temperatur secara umum diambil dan taman-taman, yang merupakan area dingin di tengah areal kota.
9. Pemanasan global adalah akibat dari pecahan meteor yang jatuh di Siberia pada awal Abad ke-20
Ini mungkin terdengar tidak masuk akal, tetapi ini ditunjukkan secara nyata oleh para ilmuwan Rusia. Dasarnya, bahwa akibat dari meteor, seperti ledakan gunung berapi vulkanik, jika meluas, mungkin memiliki efek cepat pada iklim. Efek dari meteor juga akan meningkatkan uap air yang hanya tersisa di lapisan atmosfer teratas selama beberapa tahun lamanya. Efek lainnya bersifat jangka pendek. dan baru akan dirasakan jauh di masa depan.
10. Temperatur di beberapa daerah tidak meningkat, jadi pemanasan hanya mythos saja.
Memang benar bahwa di beberapa titik di bumi suhunya tidak meningkat. Data satelit dan riset menunjukkan bahwa di beberapa tempat — seperti Eropa Utara – temperaturnya menurun secara drastis atau masih pada suhu yang sama. Karena iklim adalah sistem yang sangat penting dan rumit. Akibat dari perubahan iklim tidaklah sama di setiap tempat. Tetapi ini tidak mengubah fakta bahwa temperatur bumi meningkat.
Sumber : tulisan Elizabeth Swanti (disarikan dari buku Inconvenient Truth Karya Al Gore) yang ditulis dalam Majalah Healthy Life Edisi 06 Juni 2007.
Pelanggaran Bebas Di Indonesia
1. Pembajakan

Studi IDC menyebutkan tingkat pembajakan di Indonesia dialami sebesar 85% dengan potensi kerugian sebesar US$544 juta pada 2008. Jika dibandingkan 2007 naik sebesar 1% dari 84% dengan potensi kerugian sebesar US$411 juta. Dengan hasil 85% tersebut, Indonesia berada di posisi ke-12 dari 110 negara di dunia yang menjadi subjek penelitian. Persentase Indonesia ini sama dengan Vietnam dan Irak.
2. Pelanggaran lalu lintas “yang ringan-ringan”

Tingginya pelanggaran lalu lintas bisa dilihat dari angka pelanggaran yang terus meningkat. Data di Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya tercatat catat 589.127 kasus selama tahun 2008 hingga awal 2009, atau rata-rata sehari sekitar 1.000 lebih terjadi pelanggaran. Dari angka tersebut, sekitar 60% dilakukan pengendara sepeda motor, 30% angkutan umum baik Mikrolet, Bis, Metromini dan lainnya, 10% sisanya mobil pribadi. Angka pelanggaran yang tercatat di kepolisian tersebut jauh lebih rendah dari yang sesungguhnya.
3. Pernikahan di bawah umur

Laporan Pencapaian Millennium Development Goal’s (MDG’s) Indonesia 2007 yang diterbitkan oleh Bappenas menyebutkan, bahwa Penelitian Monitoring Pendidikan oleh Education Network for Justice di enam desa/kelurahan di Kabupaten Serdang Badagai (Sumatera Utara), kota Bogor (Jawa Barat), dan Kabupaten Pasuruhan (Jawa Timur) menemukan 28,10% informan menikah pada usia di bawah 18 tahun. Mayoritas dari mereka adalah perempuan yakni sebanyak 76,03%, dan terkonsentrasi di dua desa penelitian di Jawa Timur (58,31%).
Angka tersebut sesuai dengan data dari BKKBN yang menunjukkan tingginya pernikahan di bawah usia 16 tahun di Indonesia, yaitu mencapai 25% dari jumlah pernikahan yang ada. Bahkan di beberapa daerah persentasenya lebih besar, seperti Jawa Timur (39,43%), Kalimantan Selatan (35,48%), Jambi (30,63%), Jawa Barat (36%), dan Jawa Tengah (27,84%).
4. Main hakim sendiri

Sebagai illustrasi kasus dapat kita segarkan kembali ingatan kita pada peristiwa hukum main hakim sendiri, antara lain : Perististiwa Pembunuhan dukun santet di Jawa-Timur, lebih kurang 200 orang dieksekusi mati tanpa proses hukum ; Komplik di Sambas dan Poso di Sulawesi ; Kerusuhan di Maluku ; Kekerasan di NAD ; Pengrusakan beberapa toko, kios dan rumah oleh mereka yang diketahui berpakaian ninja di DIY ; dan yang paling pahit untuk dikenang adalah perkelahian antara sesama anggota DPR RI pada pembukaan sidang tahunan 2001 pada tanggal 01 Nopember 2001 yang langsung disaksikan oleh ratusan juta rakyat Indonesia melalui layar kaca.
Semua fenomena tersebut menunjukkan bahwa kelompok masyarakat kita cenderung menyiapkan kekuatan phisik sebagai langkah antisipasi dalam menyelesaikan setiap masalahnya ketimbang menggunakan jalur hukum yang mereka nilai tidak efektif. Budaya main hakim sendiri pada perkembangannya akan melahirkan cara-cara lain seperti teror baik dengan sasaran psikologis maupun phisik, atau yang lebih halus seperti intimidasi, pembunuhan karakter dan lain sebagainya.
5. Buang sampah sembarangan

Pemandangan yang namanya sampah itu sudah merupakan kenyataan sehari-hari. Banyak orang membuang sampah sembarangan, dari yang berpendidikan tinggi sampai yang rendah, dari yang kaya sampai yang miskin, dari mereka yang (maaf) menjabat sampai yang tidak menjabat. Sampai-sampai ada orang yang menyatakan bahwa buang sampah sembarangan sudah menjadi tradisi atau budaya.
Yah, memang masalah sampah bagaikan lingkaran setan yang tidak ada putus-putusnya. Penanganan sampah gampang-gampang susah. Gampang jika kita semua sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Gampang jika fasilitas persampahan untuk cukup dan terpelihara. Gampang jika semua aturan mengenai persampahan ditegakkan. Gampang jika semua petugas bekerja penuh semangat. Susah, ya jika sebagian besar masyarakat suka buang sembarangan. Susah jika aturan tidak ditegakkan. Susah kalau fasilitas tidak cukup dan tidak dipelihara. Susah kalau kita saling tuding, saling menyalahkan, saling berlepas diri.
6. Pemukiman di sembarang tempat

Pengaruh pertambahan penduduk di lingkungan perkotaan terhadap kehidupan masyarakat, dapat bersifat positif bersifat negatif. Yang paling banyak disoroti oleh para perencana kota adalah pengaruh negatif pertambahan penduduk, antara lain terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Disamping itu, Mc Gee (1971) memandang bahwa perpindahan penduduk ke kota sering mengakibatkan urban berlebih yang pada akhirnya menimbulkan banyak masalah yang berhubungan dengan pengangguran, ketidakpuasan di bidang sosial dan ekonomi. Contoh : Pemukiman di pinggir kali, di sekitar rel kereta api, dll.
7. Diskriminasi dan sara

Sampai saat ini para pelaku diskriminasi dan SARA masih terbilang kurang terkena dampak hukum di Indonesia, makanya bisa dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan. Tragedi 13-15 Mei 1998 yang terjadi merupakan peristiwa politik yang sadis, kejam dan melanggar Hak Asasi Manusia. Tragedi tersebut tentunya tidak berhenti hanya sebagai problematika rasial, tapi telah menjadi momentum pembenaran bagi lahirnya peristiwa kekerasan-kekerasan berikutnya. Peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II, Ketapang, Kupang, Aceh, Maluku, Papua, Kalimantan Barat, Poso, Makassar, Medan, Mataram, Yogyakarta, Yayasan Doulos, Banyuwangi, dan banyak lagi lainnya, hanya dilihat sebagai peristiwa politik yang layak disesalkan, tapi tidak untuk dituntaskan penyelesaian hukumnya.
8. Pengemis

Tindakan tegas yang dilakukan Dinas Sosial terhadap pemberi sedekah kepada pengemis di jalan sesuai dengan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Sanksi yang tercantum dalam perda cukup berat, kurungan tiga bulan atau denda maksimal Rp 20 juta. Dan untuk si pemberi sedekah akan didenda Rp 300 ribu.Operasi penertiban sosial sudah menjadi agenda Dinas Sosial dalam menekan angka pengemis jalanan yang terus meningkat tiap tahunnya, terutama menjelang puasa dan Lebaran.
9. Kelakuan para pejabat

Contoh : Sebanyak 75 mobil dinas anggota DPRD DKI Jakarta masa jabatan 2004-2009 belum dikembalikan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Padahal, para wakil rakyat itu sudah mengakhiri masa jabatannya pada Selasa (25/8). Para anggota Dewan kecuali empat pimpinan Dewan diberi fasilitas berupa mobil dinas Toyota Altis tahun 2007. Mobil itu dibeli dengan menggunakan APBD DKI dan berfungsi sebagai mobil operasional. Jadi, begitu anggota Dewan berhenti, mereka wajib mengembalikan mobil tersebut.
Masih banyak lagi sebenarnya seperti : Tidur saat rapat paripurna, kasus suap dan korupsi, berkelahi sampai video porno, kalau semuanya dibahas satu persatu tidak akan cukup. Setidaknya itulah gambaran negatif kelakuan para pejabat yang tidak perlu ditiru.
Studi IDC menyebutkan tingkat pembajakan di Indonesia dialami sebesar 85% dengan potensi kerugian sebesar US$544 juta pada 2008. Jika dibandingkan 2007 naik sebesar 1% dari 84% dengan potensi kerugian sebesar US$411 juta. Dengan hasil 85% tersebut, Indonesia berada di posisi ke-12 dari 110 negara di dunia yang menjadi subjek penelitian. Persentase Indonesia ini sama dengan Vietnam dan Irak.
2. Pelanggaran lalu lintas “yang ringan-ringan”
Tingginya pelanggaran lalu lintas bisa dilihat dari angka pelanggaran yang terus meningkat. Data di Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya tercatat catat 589.127 kasus selama tahun 2008 hingga awal 2009, atau rata-rata sehari sekitar 1.000 lebih terjadi pelanggaran. Dari angka tersebut, sekitar 60% dilakukan pengendara sepeda motor, 30% angkutan umum baik Mikrolet, Bis, Metromini dan lainnya, 10% sisanya mobil pribadi. Angka pelanggaran yang tercatat di kepolisian tersebut jauh lebih rendah dari yang sesungguhnya.
3. Pernikahan di bawah umur
Laporan Pencapaian Millennium Development Goal’s (MDG’s) Indonesia 2007 yang diterbitkan oleh Bappenas menyebutkan, bahwa Penelitian Monitoring Pendidikan oleh Education Network for Justice di enam desa/kelurahan di Kabupaten Serdang Badagai (Sumatera Utara), kota Bogor (Jawa Barat), dan Kabupaten Pasuruhan (Jawa Timur) menemukan 28,10% informan menikah pada usia di bawah 18 tahun. Mayoritas dari mereka adalah perempuan yakni sebanyak 76,03%, dan terkonsentrasi di dua desa penelitian di Jawa Timur (58,31%).
Angka tersebut sesuai dengan data dari BKKBN yang menunjukkan tingginya pernikahan di bawah usia 16 tahun di Indonesia, yaitu mencapai 25% dari jumlah pernikahan yang ada. Bahkan di beberapa daerah persentasenya lebih besar, seperti Jawa Timur (39,43%), Kalimantan Selatan (35,48%), Jambi (30,63%), Jawa Barat (36%), dan Jawa Tengah (27,84%).
4. Main hakim sendiri
Sebagai illustrasi kasus dapat kita segarkan kembali ingatan kita pada peristiwa hukum main hakim sendiri, antara lain : Perististiwa Pembunuhan dukun santet di Jawa-Timur, lebih kurang 200 orang dieksekusi mati tanpa proses hukum ; Komplik di Sambas dan Poso di Sulawesi ; Kerusuhan di Maluku ; Kekerasan di NAD ; Pengrusakan beberapa toko, kios dan rumah oleh mereka yang diketahui berpakaian ninja di DIY ; dan yang paling pahit untuk dikenang adalah perkelahian antara sesama anggota DPR RI pada pembukaan sidang tahunan 2001 pada tanggal 01 Nopember 2001 yang langsung disaksikan oleh ratusan juta rakyat Indonesia melalui layar kaca.
Semua fenomena tersebut menunjukkan bahwa kelompok masyarakat kita cenderung menyiapkan kekuatan phisik sebagai langkah antisipasi dalam menyelesaikan setiap masalahnya ketimbang menggunakan jalur hukum yang mereka nilai tidak efektif. Budaya main hakim sendiri pada perkembangannya akan melahirkan cara-cara lain seperti teror baik dengan sasaran psikologis maupun phisik, atau yang lebih halus seperti intimidasi, pembunuhan karakter dan lain sebagainya.
5. Buang sampah sembarangan
Pemandangan yang namanya sampah itu sudah merupakan kenyataan sehari-hari. Banyak orang membuang sampah sembarangan, dari yang berpendidikan tinggi sampai yang rendah, dari yang kaya sampai yang miskin, dari mereka yang (maaf) menjabat sampai yang tidak menjabat. Sampai-sampai ada orang yang menyatakan bahwa buang sampah sembarangan sudah menjadi tradisi atau budaya.
Yah, memang masalah sampah bagaikan lingkaran setan yang tidak ada putus-putusnya. Penanganan sampah gampang-gampang susah. Gampang jika kita semua sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Gampang jika fasilitas persampahan untuk cukup dan terpelihara. Gampang jika semua aturan mengenai persampahan ditegakkan. Gampang jika semua petugas bekerja penuh semangat. Susah, ya jika sebagian besar masyarakat suka buang sembarangan. Susah jika aturan tidak ditegakkan. Susah kalau fasilitas tidak cukup dan tidak dipelihara. Susah kalau kita saling tuding, saling menyalahkan, saling berlepas diri.
6. Pemukiman di sembarang tempat
Pengaruh pertambahan penduduk di lingkungan perkotaan terhadap kehidupan masyarakat, dapat bersifat positif bersifat negatif. Yang paling banyak disoroti oleh para perencana kota adalah pengaruh negatif pertambahan penduduk, antara lain terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Disamping itu, Mc Gee (1971) memandang bahwa perpindahan penduduk ke kota sering mengakibatkan urban berlebih yang pada akhirnya menimbulkan banyak masalah yang berhubungan dengan pengangguran, ketidakpuasan di bidang sosial dan ekonomi. Contoh : Pemukiman di pinggir kali, di sekitar rel kereta api, dll.
7. Diskriminasi dan sara
Sampai saat ini para pelaku diskriminasi dan SARA masih terbilang kurang terkena dampak hukum di Indonesia, makanya bisa dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan. Tragedi 13-15 Mei 1998 yang terjadi merupakan peristiwa politik yang sadis, kejam dan melanggar Hak Asasi Manusia. Tragedi tersebut tentunya tidak berhenti hanya sebagai problematika rasial, tapi telah menjadi momentum pembenaran bagi lahirnya peristiwa kekerasan-kekerasan berikutnya. Peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II, Ketapang, Kupang, Aceh, Maluku, Papua, Kalimantan Barat, Poso, Makassar, Medan, Mataram, Yogyakarta, Yayasan Doulos, Banyuwangi, dan banyak lagi lainnya, hanya dilihat sebagai peristiwa politik yang layak disesalkan, tapi tidak untuk dituntaskan penyelesaian hukumnya.
8. Pengemis
Tindakan tegas yang dilakukan Dinas Sosial terhadap pemberi sedekah kepada pengemis di jalan sesuai dengan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Sanksi yang tercantum dalam perda cukup berat, kurungan tiga bulan atau denda maksimal Rp 20 juta. Dan untuk si pemberi sedekah akan didenda Rp 300 ribu.Operasi penertiban sosial sudah menjadi agenda Dinas Sosial dalam menekan angka pengemis jalanan yang terus meningkat tiap tahunnya, terutama menjelang puasa dan Lebaran.
9. Kelakuan para pejabat
Contoh : Sebanyak 75 mobil dinas anggota DPRD DKI Jakarta masa jabatan 2004-2009 belum dikembalikan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Padahal, para wakil rakyat itu sudah mengakhiri masa jabatannya pada Selasa (25/8). Para anggota Dewan kecuali empat pimpinan Dewan diberi fasilitas berupa mobil dinas Toyota Altis tahun 2007. Mobil itu dibeli dengan menggunakan APBD DKI dan berfungsi sebagai mobil operasional. Jadi, begitu anggota Dewan berhenti, mereka wajib mengembalikan mobil tersebut.
Masih banyak lagi sebenarnya seperti : Tidur saat rapat paripurna, kasus suap dan korupsi, berkelahi sampai video porno, kalau semuanya dibahas satu persatu tidak akan cukup. Setidaknya itulah gambaran negatif kelakuan para pejabat yang tidak perlu ditiru.
Kecil tapi Mungkin Berbahaya
1. Minum Air Putih Terlalu Banyak
Minum air putih yang cukup, sangat dianjurkan untuk memperlancar metabolisme tubuh. Tapi jika air yang dikonsumsi terlalu banyak dan diminum dengan cepat akan terjadi keracunan air yang bisa menyebabkan kematian.
Seperti yang dialami Jennifer Strange (28 tahun) yang ditemukan meninggal tahun 2007 di rumahnya California beberapa jam setelah menjadi kontestan minum air paling banyak tanpa ke kamar mandi.
Dari otopsi awal yang dilakukan, Strange diketahui meninggal akibat mengonsumsi air terlalu banyak dan cepat sehingga menyebabkan kondisi yang dikenal dengan keracunan air (water intoxication).
Seperti dikutip dari Howstuffworks, Jumat (23/4/2010) pada dasarnya keracunan air terjadi bila seseorang mengonsumsi terlalu banyak air sehingga nutrisi lain di dalam tubuh menjadi terlarut yang mengakibatkan zat tersebut tidak bisa lagi melakukan tugasnya dengan baik.
Keracunan air juga mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang mempengaruhi konsentrasi ion natrium dan memicu terjadinya hiponatremia.
Elektrolit adalah garam ion sederhana yang digunakan oleh sel untuk memindahkan cairan serta pesan saraf yang masuk dan keluar dari sel di seluruh tubuh. Tanpa elektrolit, maka tubuh tidak dapat berfungsi.
Pada kasus keracunan air, kondisi hiponatremia yang ekstrim pada akhirnya dapat menyebabkan koma dan kematian. Jika bisa diketahui secara dini, maka pengobatan dengan memberikan cairan yang mengandung elektrolit IV bisa memberikan pemulihan lengkap. Tapi jika tidak ditangani, maka kondisi ini akan berakibat fatal.
Ketika seseorang meninggal akibat keracunan air, maka biasanya dimulai dengan ketidakseimbangan akut ion natrium yang mengakibatkan kerusakan sel besar.
Natrium memiliki peran mensirkulasi cairan di luar sel. Akibatnya sodium akan membantu mengatur tekanan darah dan menjaga sinyal agar memungkinkan otot bekerja dengan benar. Sel yang aktif dapat mempertahankan konsentrasi natrium yang tepat di dalam tubuh.
Sel akan menjaga kadar natrium agar tetap sehat dengan menggerakkan air serta elektrolit masuk dan keluar sel, baik untuk melarutkan atau meningkatkan kadar natrium dalam cairan tubuh.
Tapi saat seseorang minum dalam jumlah banyak dan cepat serta air yang dikonsumsi tidak mengandung tambahan elektrolit, maka sistem pemeliharaan sel tidak dapat menangani tingkat pengenceran natrium yang terjadi.
Hasilnya adalah sel-sel ini akan berusaha mati-matian untuk mencoba meningkatkan konsentrasi natrium dalam cairan tubuh. Beberapa sel akan membengkak tapi sel lainnya tidak, akibatnya sel-sel otak ini akan terhambat oleh tengkorak dan tekanan dari air yang masuk akan semakin besar. Hal inilah yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal.
Jumlah asupan air yang dapat mengakibatkan keracunan tidak dapat diketahui dengan pasti dan bervariasi setiap individu. Gejala yang muncul saat terjadi keracunan air mirip sekali dengan keracunan alkohol yaitu mual, muntah dan adanya perubahan mental. Gejala lainnya adalah sakit kepala, otot melemah dan kejang-kejang.
Kasus keracunan air yang parah adalah mengalami koma dan kematian mendadak akibat pembengkakan otak. Kondisi ini cukup langka terjadi di masyarakat umum, tapi atlet lari jarak jauh memiliki risiko ini, sehingga seringkali dihindari dengan cara mengonsumsi minuman olahraga dan bukan air putih selama latihan atau perlombaan
2. Duduk Terlalu Lama
Duduk didepan komputer untuk jangka waktu yang lama bisa membunuh Anda, menurut sebuah studi baru yang dilaporkan dalam edisi 2003 Februari European Respiratory Journal.
Ia mengatakan ada resiko terjadinya pembekuan darah mengancam hidup dari duduk untuk waktu yang lama didepan komputer, mirip dengan masalah yang telah cedera atau tewas beberapa penumpang maskapai penerbangan panjang.
pusat Laporan ini berdasarkan kasus dari Selandia Baru di mana seorang pemuda yang menghabiskan sampai 18 jam sehari duduk di depan komputer hampir meninggal setelah mengembangkan bekuan darah besar yang terbentuk di pembuluh darah kakinya, berhenti dan melakukan perjalanan ke paru-parunya, suatu kondisi yang disebut pulmonary embolism.
Gangguan ini baru telah disebut "e-trombosis" oleh penulis untuk menggambarkan apa yang mungkin menjadi varian abad ke-21 trombosis terkait dengan imobilitas dari duduk berkepanjangan. Kondisi ini pertama kali dijelaskan pada orang yang duduk di kursi geladak di tempat penampungan serangan udara selama Blitz di London dan kemudian diidentifikasi dengan perjalanan udara yang berkepanjangan.
3. Menggunakan ponsel ataupun iPod selama badai
Tiga dokter mengatakan menggunakan perangkat tersebut dalam cuaca badai dapat meningkatkan risiko disambar petir.
Pengaruh listrik juga mungkin lebih parah sebagai komponen metalik ponsel dan pemutar musik portabel dapat bertindak sebagai konduktor, menyebabkan luka dalam berpotensi mematikan, para dokter menulis dalam sebuah surat kepada British Medical Journal.
Mereka menggambarkan bagaimana seorang gadis 15 tahun itu disambar petir saat menggunakan telepon genggam di sebuah taman besar London tahun lalu. Meskipun berhasil menghidupkan kembali, dia masih di kursi roda setahun kemudian dan ditemukan menderita masalah fisik, kognitif dan emosional kompleks. Gadis itu juga memiliki perforasi gendang telinga di telinga dia telah memegang telepon.
Ketika seseorang tersambar petir, perlawanan tinggi kulit manusia biasanya menghasilkan petir sedang dilakukan pada kulit daripada melalui tubuh - suatu proses yang dikenal sebagai flashover.
Tapi dokter mengatakan bahan konduktif di kontak langsung dengan kulit seperti benda-benda logam - seperti ponsel - mengganggu flashover dan mengakibatkan cedera internal dengan risiko kematian yang lebih besar.
Mereka mengatakan tiga kasus lain telah dilaporkan di surat kabar di Cina, Korea, dan Malaysia. "Semua peristiwa ini mengakibatkan kematian setelah orang tersambar petir saat menggunakan telepon seluler mereka di luar rumah selama badai," tulis mereka.
Mereka menambahkan: "Ini fenomena langka adalah masalah kesehatan masyarakat, dan pendidikan diperlukan untuk menyoroti risiko penggunaan ponsel di luar ruangan saat terjadi badai untuk mencegah konsekuensi fatal masa depan dari luka sambaran petir berhubungan dengan ponsel."
Para dokter mengatakan Australia Lightning Protection Standard merekomendasikan bahwa benda-benda logam, termasuk telepon cordless atau ponsel, sebaiknya tidak digunakan, atau dibawa, di luar ruangan selama badai. Mereka meminta perusahaan telekomunikasi Inggris untuk mengeluarkan saran serupa.
Konsultan ahli bedah Ram Dhillon, salah satu dokter yang menandatangani surat itu, mengatakan mereka tidak menemukan contoh orang-orang yang tewas ketika menggunakan ponsel dalam badai di Inggris.
Tapi dia mengatakan kepada BBC Radio 4 program Today: "Jika Anda dipukul dan ada komponen konduktif pada kulit Anda seperti ponsel atau beberapa objek lainnya, maka aktivitas listrik tidak menginternalisasi.
"Penyebab kematian paling umum biasanya adalah serangan jantung Tapi jika tidak ada gangguan parah terhadap komponen lain dalam tubuh seperti sistem saraf pusat dan pembuluh darah dan juga paru-paru..
Minum air putih yang cukup, sangat dianjurkan untuk memperlancar metabolisme tubuh. Tapi jika air yang dikonsumsi terlalu banyak dan diminum dengan cepat akan terjadi keracunan air yang bisa menyebabkan kematian.
Seperti yang dialami Jennifer Strange (28 tahun) yang ditemukan meninggal tahun 2007 di rumahnya California beberapa jam setelah menjadi kontestan minum air paling banyak tanpa ke kamar mandi.
Dari otopsi awal yang dilakukan, Strange diketahui meninggal akibat mengonsumsi air terlalu banyak dan cepat sehingga menyebabkan kondisi yang dikenal dengan keracunan air (water intoxication).
Seperti dikutip dari Howstuffworks, Jumat (23/4/2010) pada dasarnya keracunan air terjadi bila seseorang mengonsumsi terlalu banyak air sehingga nutrisi lain di dalam tubuh menjadi terlarut yang mengakibatkan zat tersebut tidak bisa lagi melakukan tugasnya dengan baik.
Keracunan air juga mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang mempengaruhi konsentrasi ion natrium dan memicu terjadinya hiponatremia.
Elektrolit adalah garam ion sederhana yang digunakan oleh sel untuk memindahkan cairan serta pesan saraf yang masuk dan keluar dari sel di seluruh tubuh. Tanpa elektrolit, maka tubuh tidak dapat berfungsi.
Pada kasus keracunan air, kondisi hiponatremia yang ekstrim pada akhirnya dapat menyebabkan koma dan kematian. Jika bisa diketahui secara dini, maka pengobatan dengan memberikan cairan yang mengandung elektrolit IV bisa memberikan pemulihan lengkap. Tapi jika tidak ditangani, maka kondisi ini akan berakibat fatal.
Ketika seseorang meninggal akibat keracunan air, maka biasanya dimulai dengan ketidakseimbangan akut ion natrium yang mengakibatkan kerusakan sel besar.
Natrium memiliki peran mensirkulasi cairan di luar sel. Akibatnya sodium akan membantu mengatur tekanan darah dan menjaga sinyal agar memungkinkan otot bekerja dengan benar. Sel yang aktif dapat mempertahankan konsentrasi natrium yang tepat di dalam tubuh.
Sel akan menjaga kadar natrium agar tetap sehat dengan menggerakkan air serta elektrolit masuk dan keluar sel, baik untuk melarutkan atau meningkatkan kadar natrium dalam cairan tubuh.
Tapi saat seseorang minum dalam jumlah banyak dan cepat serta air yang dikonsumsi tidak mengandung tambahan elektrolit, maka sistem pemeliharaan sel tidak dapat menangani tingkat pengenceran natrium yang terjadi.
Hasilnya adalah sel-sel ini akan berusaha mati-matian untuk mencoba meningkatkan konsentrasi natrium dalam cairan tubuh. Beberapa sel akan membengkak tapi sel lainnya tidak, akibatnya sel-sel otak ini akan terhambat oleh tengkorak dan tekanan dari air yang masuk akan semakin besar. Hal inilah yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal.
Jumlah asupan air yang dapat mengakibatkan keracunan tidak dapat diketahui dengan pasti dan bervariasi setiap individu. Gejala yang muncul saat terjadi keracunan air mirip sekali dengan keracunan alkohol yaitu mual, muntah dan adanya perubahan mental. Gejala lainnya adalah sakit kepala, otot melemah dan kejang-kejang.
Kasus keracunan air yang parah adalah mengalami koma dan kematian mendadak akibat pembengkakan otak. Kondisi ini cukup langka terjadi di masyarakat umum, tapi atlet lari jarak jauh memiliki risiko ini, sehingga seringkali dihindari dengan cara mengonsumsi minuman olahraga dan bukan air putih selama latihan atau perlombaan
2. Duduk Terlalu Lama
Duduk didepan komputer untuk jangka waktu yang lama bisa membunuh Anda, menurut sebuah studi baru yang dilaporkan dalam edisi 2003 Februari European Respiratory Journal.
Ia mengatakan ada resiko terjadinya pembekuan darah mengancam hidup dari duduk untuk waktu yang lama didepan komputer, mirip dengan masalah yang telah cedera atau tewas beberapa penumpang maskapai penerbangan panjang.
pusat Laporan ini berdasarkan kasus dari Selandia Baru di mana seorang pemuda yang menghabiskan sampai 18 jam sehari duduk di depan komputer hampir meninggal setelah mengembangkan bekuan darah besar yang terbentuk di pembuluh darah kakinya, berhenti dan melakukan perjalanan ke paru-parunya, suatu kondisi yang disebut pulmonary embolism.
Gangguan ini baru telah disebut "e-trombosis" oleh penulis untuk menggambarkan apa yang mungkin menjadi varian abad ke-21 trombosis terkait dengan imobilitas dari duduk berkepanjangan. Kondisi ini pertama kali dijelaskan pada orang yang duduk di kursi geladak di tempat penampungan serangan udara selama Blitz di London dan kemudian diidentifikasi dengan perjalanan udara yang berkepanjangan.
3. Menggunakan ponsel ataupun iPod selama badai
Tiga dokter mengatakan menggunakan perangkat tersebut dalam cuaca badai dapat meningkatkan risiko disambar petir.
Pengaruh listrik juga mungkin lebih parah sebagai komponen metalik ponsel dan pemutar musik portabel dapat bertindak sebagai konduktor, menyebabkan luka dalam berpotensi mematikan, para dokter menulis dalam sebuah surat kepada British Medical Journal.
Mereka menggambarkan bagaimana seorang gadis 15 tahun itu disambar petir saat menggunakan telepon genggam di sebuah taman besar London tahun lalu. Meskipun berhasil menghidupkan kembali, dia masih di kursi roda setahun kemudian dan ditemukan menderita masalah fisik, kognitif dan emosional kompleks. Gadis itu juga memiliki perforasi gendang telinga di telinga dia telah memegang telepon.
Ketika seseorang tersambar petir, perlawanan tinggi kulit manusia biasanya menghasilkan petir sedang dilakukan pada kulit daripada melalui tubuh - suatu proses yang dikenal sebagai flashover.
Tapi dokter mengatakan bahan konduktif di kontak langsung dengan kulit seperti benda-benda logam - seperti ponsel - mengganggu flashover dan mengakibatkan cedera internal dengan risiko kematian yang lebih besar.
Mereka mengatakan tiga kasus lain telah dilaporkan di surat kabar di Cina, Korea, dan Malaysia. "Semua peristiwa ini mengakibatkan kematian setelah orang tersambar petir saat menggunakan telepon seluler mereka di luar rumah selama badai," tulis mereka.
Mereka menambahkan: "Ini fenomena langka adalah masalah kesehatan masyarakat, dan pendidikan diperlukan untuk menyoroti risiko penggunaan ponsel di luar ruangan saat terjadi badai untuk mencegah konsekuensi fatal masa depan dari luka sambaran petir berhubungan dengan ponsel."
Para dokter mengatakan Australia Lightning Protection Standard merekomendasikan bahwa benda-benda logam, termasuk telepon cordless atau ponsel, sebaiknya tidak digunakan, atau dibawa, di luar ruangan selama badai. Mereka meminta perusahaan telekomunikasi Inggris untuk mengeluarkan saran serupa.
Konsultan ahli bedah Ram Dhillon, salah satu dokter yang menandatangani surat itu, mengatakan mereka tidak menemukan contoh orang-orang yang tewas ketika menggunakan ponsel dalam badai di Inggris.
Tapi dia mengatakan kepada BBC Radio 4 program Today: "Jika Anda dipukul dan ada komponen konduktif pada kulit Anda seperti ponsel atau beberapa objek lainnya, maka aktivitas listrik tidak menginternalisasi.
"Penyebab kematian paling umum biasanya adalah serangan jantung Tapi jika tidak ada gangguan parah terhadap komponen lain dalam tubuh seperti sistem saraf pusat dan pembuluh darah dan juga paru-paru..
7 Hal Keliru dari Berjemur Sinar Matahari
1. Mitos, sering berjemur sinar matahari maka asupan vitamin D semakin banyak
Memang benar bahwa matahari memasok tubuh dengan vitamin D, tapi tidak dengan cara sering berjemur lantas vitamin D semakin banyak. Paparan ultraviolet berlebih justru berbahaya bagi tubuh.
Vitamin sinar matahari terbukti dapat memperbaiki jantung, tulang bahkan membantu mencegah kanker jenis tertentu. Namun, para pakar mengatakan bahwa paparan sinar matahari yang sehat hanya sekitar 2 sampai 10 menit sehari. Jumlah ini sudah cukup untuk memenuhi asupan vitamin dalam tubuh.
2. Mitos, berjemur dalam tanning bed (tabung UV) lebih aman
Peneliti mengatakan bahwa jumlah radiasi dari tabung UV (indoor taning) sama dan bahkan kadang lebih tinggi ketimbang radiasi dari sinar matahari alami.
Sinar matahari alami mengandung sinar UVA dan UVB. Dan tabung UV diklaim lebih aman karena hanya menghasilkan sinar UVB, padahal kedua jenis sinar UV tersebut sama-samam dapat menyebabkan melanoma (kanker kulit).
3. Mitos, di dalam air tidak menyebabkan kulit terbakar
Air tidak dapat melindungi kulit dari sengatan matahari. Refleksi cahaya di dalam air justru dapat meningkatkan paparan UV pada kulit.
4. Mitos, menggunakan make up dengan SPF (Sun Protection Factor) sudah cukup aman
Lapisan tipis SPF pada wajah tidak cukup untuk melindungi kulit ketika harus menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.
Skin Cancer Foundation menyarankan orang untuk menggunakan pelembab tabir surya yang mengandung spektrum yang lebih luas sebelum menggunakan make up, bahkan jika make up di klaim mengandung SPF sekalipun.
Tabir surya yang berspektrum luas mengandung tabir untuk UVA dan UVB, dan sekurang-kurangnya SPF bernilai 15.
5. Mitos, orang berkulit gelap aman dari bahaya matahari dan kanker kulit
Kulit yang berwarna coklat atau gelap memang mengandung lebih banyak melanin, yaitu pigmen kulit yang lebih baik melindungi kulit dari bahaya UV. Tapi hal ini bukan berarti orang berkulit gelap 100 persen aman dari serangan kanker kulit.
6. Mitos, kulit menjadi coklat dapat melindungi kulit dari bahaya sinar matahari
Ini mungkin salah satu mitos yang paling umum dari semuanya. Kulit yang berubah coklat tidak akan melindungi kulit dari bahaya matahari, ini sebenarnya adalah reaksi kulit terhadap kerusakan terhadap sinar matahari.
Setiap kali orang berjemur untuk membuat kulit lebih coklat, maka kerusakan akan terakumulasi dan mempercepat proses penuaan. Satu-satunya cara untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari adalah tabir surya dan pakaian pelindung.
7. Mitos, jika menggunakan tabir surya sebelum keluar rumah, maka ini dapat melindungi kulit seharian
Masalah umum tabir surya adalah dapat memberikan rasa aman yang palsu. Menggunakan tabir surya sekali bukan berarti dapat melindungi kulit Anda sepanjang hari.
Tabir surya perlu digunakan atau dioleskan setidaknya dua jam sekali, dan lebih sering lagi bila Anda sedang berkeringat atau berenang. Pastikan menggunakannya dengan marata, atau akan membuat kulit belang.
Abraham Lincoln vs John F. Kennedy
Abraham Lincoln John F. Kennedy
Persamaan antara Abraham Lincoln dan John F. Kennedy
Abraham Lincoln masuk kongres tahun 1846.
John F. Kennedy masuk kongres tahun 1946.
Abraham Lincoln terpilih jadi presiden tahun 1860.
John F. Kennedy terpilih jadi presiden tahun 1960.
Keduanya sangat peduli hak-hak sipil.
Kedua istri mereka kehilangan anak saat di gedung putih.
Abraham Lincoln ditembak hari Jumat.
John F. Kennedy ditembak hari Jumat.
Abraham Lincoln ditembak di kepala.
John F. Kennedy ditembak di kepala.
Sekretaris Lincoln bernama Kennedy.
Sekretaris Kennedy bernama Lincoln .
Keduanya dibunuh oleh orang dari daerah selatan.
Keduanya digantikan oleh orang selatan yg bernama Johnson.
andre Johnson, yg menggantikan Lincoln , lahir tahun 1808.
Lyndon Johnson, yg menggantikan Kennedy, lahir tahun 1908.
John Wilkes Booth, yg membunuh Lincoln , lahir thn 1839.
Lee Harvey Oswald, yg membunuh Kennedy, lahir thn 1939..
Kedua pembunuh terkenal dengan tiga namanya.
Nama keduanya terdiri dari 15 huruf.
Lincoln ditembak di teater bernama 'Ford.'
Kennedy tertembak di mobil ' Lincoln ' dibuat oleh 'Ford.'
Lincoln tertembak di teater dan pembunuhnya bersembunyi di gudang.
Kennedy tertembak dari sebuah gudang dan pembunuhnya bersembunyi di teater.
Booth dan Oswald terbunuh sebelum diadili.
Seminggu sebelum Lincoln tertembak, dia berada di Monroe , Maryland
Seminggu sebelum Kennedy tertembak, dia bersama Marilyn Monroe.
sungguh aneh fenomena ini
ternyata Dokter Punya Fenomena yang aneh
hmmmm sapa bilang dokter tidak punya hal unik dikehidupannya salah diantaranya adalah berikut ini :
Fenomena Dokter Online
Belakangan, di era modern ini, telah dikenal istilah dokter online, di mana dokter yang bekerja atau berhubungan dengan pasiennya melalui dunia maya dengan bantuan jejaring sosial, web cam, email, ataupun blog. Dengan metode online ini, pasien dapat melaporkan keluhannya tanpa datang ke tempat praktik dokter.
Pasien juga dapat memperpanjang resep dengan berkontak langsung dokter melalui web camataupun melalui telpon. Dengan metode online ini pula diharapkan membuat waktu konsultasi pasien lebih efisien, dan membuat keadaan pasien lebih nyaman. Namun, dengan semua manfaat baiknya, tentu saja kontroversi selalu ada. Di Amerika dan beberapa negara Eropa, fenomena dokter online sudah cukup menjamur, meskipun beberapa kalangan medis menentang karena dengan metode online ini salah satu kekuatan kedokteran akan lenyap. Kekuatan kedokteran tersebut adalah "Pemeriksaan Fisik" ke pasien, yang merupakan salah satu sarana terampuh untuk mendiagnosis pasien selain "Anamnesis".
Fenomena Malpraktik
Beberapa dosen saya perbah berkata, "Kalau kalian mau kaya, jangan masuk kedokteran, masuklah fakultas hukum atau teknik!!!". Saya merenungkan ucapan dosen-dosen saya yang intinya mereka berkata bahwa pekerjaan dokter itu bukanlah pekerjaan yang berprospek finansial tinggi, melainkan pekerjaan yang berprospek finansial biasa, bahkan kurang sesuai dengan pengabdian yang dilakukan. Lantas, apa kaitan hal ini dengan malpraktik? Kaitannya yaitu dengan prospek yang (dianggap) tidak sesuai dengan pengorbanan, sebagian kecil oknum dokter melanggar sumpah mereka demi mendapat penghasilan. Sebagian kita mungkin sudah sering mendengar berita tentang seorang dokter yang membuka praktik aborsi. Hal ini tidak lain tidak bukan yaitu karena mereka merasa kekurangan uang dari apa yang mereka kerjakan, sehingga mereka menyimpangkan keilmuan mereka agar penghasilan bertambah.
Perlu kita ketahui bahwa tindakan dokter yang semacam ini barulah disebut malpraktik. Apabila seorang dokter melakukan aborsi atas indikasi medis yang tepat (non-kriminalis), hal itu bukanlah malpraktik. Contoh kasus lain yang malpraktik ialah ketiadaan informed consent setiap kali melakukan tindakan medis. Informed consent ialah persetujuan medis yang dimohon oleh dokter dan disetujui oleh pasien untuk diberlakukannya tindakan medis terhadap pasien tersebut. Kebanyakan dokter yang "dilaporkan" ke pengacara ialah dokter yang melakukan tindakan medis tanpa izin dan edukasi terlebih dahulu ke pasien sebelum tindakan medis tersebut dilakukan.
Apabila tindakan medis tersebut justru merugikan pasien, maka dokterlah yang salah. Seharusnya seorang dokter memberi tahu hal apapun yang dapat terjadi pada pasien akibat suatu tindakan medis yang akan dilakukan, dengan demikian segala persetujuan "Ya" dari pasien berarti "Ya" bagi dokter untuk melakukan tindakan medis tertentu. Seorang dokter juga seharusnya melakukan rekam medis dengan sempurna agar mempunyai kekuatan hukum bila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.
Fenomena Iatrogenik
Apa yang dimaksud dengan iatrogenik? Iatrogenik berasal dari kata iatro-physician dan gennan-to produce) yang berarti penyebab suatu keadaan pada pasien di rumah sakit selain penyakit yang ada pada pasien, juga disebabkan oleh tindakan dokter (kesalahan diagnosis, ketiadaan kompetensi dokter yang adekuat). Fenomena iatrogenik ini belakangan diperbincangkan.
Seorang pasien pasti datang ke rumah sakit bertujuan untuk menyembuhkan keadaan sakitnya, tetapi karena berbagai sebab seperti kelalaian dokter, kesalahan diagnosis, kurangnya kompetensi atau kemampuan tatalaksana dokter, dan lain-lain, menyebabkan keadaan pasien justru bertambah parah. Hal semacam ini tidak jarang terjadi, dan tidak mungkin ditutup-tutupi, karena masyarakat sudah terlanjur menyadari. Untuk itu, tugas seorang dokter ialah bekerja dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab (belajar giat, misalnya) agar pasien yang datang berobat mempercayai dokter sepenuhnya sebagai orang yang dipilih Tuhan untuk menyembuhkan keadaan sakitnya.
Fenomena Dokter Vs Pengacara
Bukan bermaksud memprovokasi, hal ini sering saya dengar dari beberapa kalangan. Dokter, sebagai salah satu profesi dengan risiko tinggi, membuat banyak oknum pengacara mengambil peluang untuk mencari-cari kesalahan. Perlu diingat, oknum, sekali lagi oknum.
Fenomena Phantom
Nah, sebetulnya yang kali ini tidak ada hubungannya dengan paragraf-paragraf di atas, tetapi menurut saya fenomena ini unik. Ya, seperti subjudulnya, fenomena phantom. Apa yang dimaksud dengan fenomenaphantom? Yaitu fenomena pemetaan ulang bagian-bagian penginderaan di otak. Sebagai contoh, ada suatu pertanyaan, Apakah seseorang bisa merasakan gatal atau pun sakit pada tangan kanannya meskipun tangan kanannya telah diamputasi (sudah tidak ada lagi)? Jawabannya "Bisa", orang itu bisa tetap merasakan gatal ataupun sakit pada tangan kanannya yang sudah tidak ada lagi tersebut.
Fenomena inilah yang disebut dengan fenomena phantom yaitu ketika bagian otak yang menangkap dan menginterpretasikan sinyal atau rangsang dari tangan kanan tetap bekerja meskipun tangan kanan tersebut secara fisik sudah tidak ada lagi. Biasanya orang yang mengalami hal ini akan sangat tidak nyaman, karena ia tidak dapat menggaruk gatal atau memijat tangan kanan yang sakit tersebut. Namun, fenomena phantom ini membuat para ilmuan mencari cara agar penderita dapat menggaruk, memijat, dan sebagainya dengan menemukan area-area yang persarafannya sama dengan persarafan bagian tubuh yang hilang.
Fenomena Dokter Online
Belakangan, di era modern ini, telah dikenal istilah dokter online, di mana dokter yang bekerja atau berhubungan dengan pasiennya melalui dunia maya dengan bantuan jejaring sosial, web cam, email, ataupun blog. Dengan metode online ini, pasien dapat melaporkan keluhannya tanpa datang ke tempat praktik dokter.
Pasien juga dapat memperpanjang resep dengan berkontak langsung dokter melalui web camataupun melalui telpon. Dengan metode online ini pula diharapkan membuat waktu konsultasi pasien lebih efisien, dan membuat keadaan pasien lebih nyaman. Namun, dengan semua manfaat baiknya, tentu saja kontroversi selalu ada. Di Amerika dan beberapa negara Eropa, fenomena dokter online sudah cukup menjamur, meskipun beberapa kalangan medis menentang karena dengan metode online ini salah satu kekuatan kedokteran akan lenyap. Kekuatan kedokteran tersebut adalah "Pemeriksaan Fisik" ke pasien, yang merupakan salah satu sarana terampuh untuk mendiagnosis pasien selain "Anamnesis".
Fenomena Malpraktik
Beberapa dosen saya perbah berkata, "Kalau kalian mau kaya, jangan masuk kedokteran, masuklah fakultas hukum atau teknik!!!". Saya merenungkan ucapan dosen-dosen saya yang intinya mereka berkata bahwa pekerjaan dokter itu bukanlah pekerjaan yang berprospek finansial tinggi, melainkan pekerjaan yang berprospek finansial biasa, bahkan kurang sesuai dengan pengabdian yang dilakukan. Lantas, apa kaitan hal ini dengan malpraktik? Kaitannya yaitu dengan prospek yang (dianggap) tidak sesuai dengan pengorbanan, sebagian kecil oknum dokter melanggar sumpah mereka demi mendapat penghasilan. Sebagian kita mungkin sudah sering mendengar berita tentang seorang dokter yang membuka praktik aborsi. Hal ini tidak lain tidak bukan yaitu karena mereka merasa kekurangan uang dari apa yang mereka kerjakan, sehingga mereka menyimpangkan keilmuan mereka agar penghasilan bertambah.
Perlu kita ketahui bahwa tindakan dokter yang semacam ini barulah disebut malpraktik. Apabila seorang dokter melakukan aborsi atas indikasi medis yang tepat (non-kriminalis), hal itu bukanlah malpraktik. Contoh kasus lain yang malpraktik ialah ketiadaan informed consent setiap kali melakukan tindakan medis. Informed consent ialah persetujuan medis yang dimohon oleh dokter dan disetujui oleh pasien untuk diberlakukannya tindakan medis terhadap pasien tersebut. Kebanyakan dokter yang "dilaporkan" ke pengacara ialah dokter yang melakukan tindakan medis tanpa izin dan edukasi terlebih dahulu ke pasien sebelum tindakan medis tersebut dilakukan.
Apabila tindakan medis tersebut justru merugikan pasien, maka dokterlah yang salah. Seharusnya seorang dokter memberi tahu hal apapun yang dapat terjadi pada pasien akibat suatu tindakan medis yang akan dilakukan, dengan demikian segala persetujuan "Ya" dari pasien berarti "Ya" bagi dokter untuk melakukan tindakan medis tertentu. Seorang dokter juga seharusnya melakukan rekam medis dengan sempurna agar mempunyai kekuatan hukum bila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.
Fenomena Iatrogenik
Apa yang dimaksud dengan iatrogenik? Iatrogenik berasal dari kata iatro-physician dan gennan-to produce) yang berarti penyebab suatu keadaan pada pasien di rumah sakit selain penyakit yang ada pada pasien, juga disebabkan oleh tindakan dokter (kesalahan diagnosis, ketiadaan kompetensi dokter yang adekuat). Fenomena iatrogenik ini belakangan diperbincangkan.
Seorang pasien pasti datang ke rumah sakit bertujuan untuk menyembuhkan keadaan sakitnya, tetapi karena berbagai sebab seperti kelalaian dokter, kesalahan diagnosis, kurangnya kompetensi atau kemampuan tatalaksana dokter, dan lain-lain, menyebabkan keadaan pasien justru bertambah parah. Hal semacam ini tidak jarang terjadi, dan tidak mungkin ditutup-tutupi, karena masyarakat sudah terlanjur menyadari. Untuk itu, tugas seorang dokter ialah bekerja dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab (belajar giat, misalnya) agar pasien yang datang berobat mempercayai dokter sepenuhnya sebagai orang yang dipilih Tuhan untuk menyembuhkan keadaan sakitnya.
Fenomena Dokter Vs Pengacara
Bukan bermaksud memprovokasi, hal ini sering saya dengar dari beberapa kalangan. Dokter, sebagai salah satu profesi dengan risiko tinggi, membuat banyak oknum pengacara mengambil peluang untuk mencari-cari kesalahan. Perlu diingat, oknum, sekali lagi oknum.
Fenomena Phantom
Nah, sebetulnya yang kali ini tidak ada hubungannya dengan paragraf-paragraf di atas, tetapi menurut saya fenomena ini unik. Ya, seperti subjudulnya, fenomena phantom. Apa yang dimaksud dengan fenomenaphantom? Yaitu fenomena pemetaan ulang bagian-bagian penginderaan di otak. Sebagai contoh, ada suatu pertanyaan, Apakah seseorang bisa merasakan gatal atau pun sakit pada tangan kanannya meskipun tangan kanannya telah diamputasi (sudah tidak ada lagi)? Jawabannya "Bisa", orang itu bisa tetap merasakan gatal ataupun sakit pada tangan kanannya yang sudah tidak ada lagi tersebut.
Fenomena inilah yang disebut dengan fenomena phantom yaitu ketika bagian otak yang menangkap dan menginterpretasikan sinyal atau rangsang dari tangan kanan tetap bekerja meskipun tangan kanan tersebut secara fisik sudah tidak ada lagi. Biasanya orang yang mengalami hal ini akan sangat tidak nyaman, karena ia tidak dapat menggaruk gatal atau memijat tangan kanan yang sakit tersebut. Namun, fenomena phantom ini membuat para ilmuan mencari cara agar penderita dapat menggaruk, memijat, dan sebagainya dengan menemukan area-area yang persarafannya sama dengan persarafan bagian tubuh yang hilang.
Langganan:
Postingan (Atom)